Sindrom Pengen Ngeblog

Penampakan ping ke Google
Di kamar kosan, di atas ranjang yang kasurnya udah kempis keseringan ditidurin juga bantal yang udah bau apek, gw tidur-tiduran menunggu koneksi internet lancar. Ya, seperti biasa, koneksi internet di kosan gw setiap akhir bulan selalu begini, ngadat. Berbeda kalau awal bulan, sekitar tanggal 6, ketika anak-anak kosan pada umumnya sudah membayar duit internet bulanan, koneksinya lancar jaya (semacam nama armada bus). Gw pribadi sedikit kecewa dengan layanan yang diberikan. Menurut gw, bandwith sengaja diturunkan tiap akhir bulan. Tujuannya apa? Apalagi kalau bukan mengingkatkan supaya kita - pengguna jasa internet yang kebanyakan adalah mahasiswa - untuk membayar duit internet bulanan. Cara yang sangat salah menurut gw. Tentunya cara seperti ini bisa menurunkan tingkat kepuasan pelanggan.

Pendapat gw bukanlah suatu prasangka buruk belaka, semua berdasarkan kenyataan yang ada. Koneksi setiap akhir bulan sangatlah tidak bersahabat, ping ke Google putus-putus, ibarat kata … mirip sisir bolong-bolong. Separah itukah? Bayangin aja, gw bisa tinggal mandi dan beres-beres kamar, cuma untuk buka email. Nasib.

Gw lagi ngebet bikin tulisan untuk blog gw. Sindrom pengen ngeblog!

'Gw Pengen Nulis'

‘Gw pengen nulis’, dalam hati gw bergumam selama 3 hari belakangan.

Yap. Gw sudah lama pengen punya blog, pengen berbagi pengalaman hidup, berbagi ilmu - yang cuma seiprit -, menuangkan keluh-kesah gw, menumpahkan apa aja isi pikiran gw, atau mungkin menceritakan soal kehidupan pribadi gw.

Pada dasarnya, gw adalah seseorang yang tertutup. Dari beberapa bacaan yang pernah gw baca, setidaknya kita harus memiliki satu tempat di mana kita bisa selalu mengadu. Sedangkan gw, dalam skala 1 sampai 10, nilai gw adalah 3 dalam hal ini. Gw jarang (sekali) cerita mengenai persoalan hidup gw sama teman, sahabat, saudara, orangtua sekalipun. Sampai pada satu masalah, gw akhirnya menyerah. Gw butuh seseorang yang bisa gw percaya untuk (setidaknya) mendengar masalah gw.